Rabu, 11 Januari 2012

Baut dan Mur

Hai temans!

Yo Olloh..udah cukup lama ya gw ngga update blog ini? Sebenernya banyak cerita-cerita baru sih, but I just couldn’t put it on the screen. Maybe..because its someone else’s story. Hehehe iyah ceritanya masih seputar tempat kerja gw dulu yang emang seperti kotak Pandora, karena begitu dibuka tutupnya yang muncul adalah makhluk makhluk horror!

Sempet sih ada yang curiga dengan gw, mengira bahwa gw masih belom bisa move on dari kantor lama. Oh bukan! Bukan begitu kok. Masalahnya di tempat kerja gw yang baru ini semuanya berjalan lancar dan menyenangkan. Dan sepengetahuan gw yang namanya manusia itu cepat bosan dengan kisah kisah bahagia senengnya ada sedikit drama berbau bau tragis. That’s human nature, I guess.

Anyways kisah ini mungkin juga menjadi penutupan dari kantor Pandora. Masih inget mbak Minnie kan? My assistant at the old office? Well, she just resigned last Friday. Hohoho maka habislah semua karyawan kantor Pandora tersebut, yang tersisa tinggal Pak Manajer dan Pak OB yang malang.

Rupanya mbak Minnie udah nggak kuat lagi menahan gondok selama 8 bulan terakhir ini. Setelah kepergian gw semuanya dikerjakan sendiri. Udah gitu nggak ada keseriusan pulak dari si Papih untuk hire my replacement. Selalu adaaa aja yang kurang dari candidate yang di interview. Terlalu dandanlah, terlalu plain, ketuaan umurnya, terlalu bersemangat. He always had 101 excuses. Sepertinya si Papih belom bisa melupakan gw ya? Hihihi. Gimana dong emang gw limited edition sih :p.

Nah mendengar cerita mbak Minnie, selain dia mendapat pressure dari nenek gerondong untuk membereskan urusan lapor pajak taonan dari pihak konsultan pajaknya pun nggak mau kalah “hot”. Nggak bisa disalahin juga konsultannya karena berdasarkan pengalaman buruk pada taon 2011,  fee nya baru dibayar 2 bulan kemudian pun pake tarik urat leher sama nenek gerondong. (Padahal dulu gw udah saranin ke dia loh untuk kirim jin iprit aja nyekek si nenek gerondong)

Sialnya taon ini mbak Minnie lah yang jadi bemper penengahnya. Ditengah chaos yang terjadi Pak Manajer bukannya nge-back up malah ikut-ikutan korslet ngomel ngomel nggak kejuntrungan. Akhirnya..”Thats it! I quit!” Jederrr!!! Kayak di pilem kartun kilat sambar menyambar. So friends this maybe the end of the saga.

Moral of the story is walaupun keberadaan sekretaris atau administrator perusahaan itu nggak menyumbang revenue kepada perusahaan. But we are the bolts and nuts (baut dan mur) that keeps the machine intact. Kalau baut dan mur nya lepas maka mesin pun ambrol. Tul nggak? So bosses..be nice to your secretaries and administrators okay??***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar